Mengenal Dzikir Lisan: Pengertian, Keutamaan, dan Cara Mengamalkannya

Table of Contents

Apa yang Dimaksud Dzikir dengan Lisan
Image just for illustration

Dzikir dengan lisan, atau sering disebut juga dzikir jahri, adalah salah satu bentuk ibadah yang sangat dianjurkan dalam agama Islam. Mungkin kamu sering mendengar istilah ini, tapi sebenarnya apa sih maksudnya? Yuk, kita bahas lebih dalam biar makin paham dan bisa mengamalkannya dengan baik.

Definisi Dzikir Lisan

Secara sederhana, dzikir lisan adalah aktivitas mengingat Allah Subhanahu wa Ta’ala (SWT) dengan menggunakan ucapan atau perkataan. Ini melibatkan pengucapan kalimat-kalimat thayyibah, doa-doa, atau bacaan Al-Quran. Dzikir lisan ini adalah cara kita untuk terus terhubung dengan Sang Pencipta melalui kata-kata yang keluar dari mulut kita. Aktivitas ini sangat mudah dilakukan dan bisa menjadi amalan yang terus menerus kita lakukan sehari-hari.

Dzikir Secara Bahasa dan Istilah

Kalau kita lihat dari segi bahasa, kata “dzikir” berasal dari bahasa Arab yang artinya mengingat, menyebut, atau memperhatikan. Dalam konteks agama, dzikir berarti mengingat Allah SWT dalam segala kondisi. Sementara itu, “lisan” berarti lidah atau ucapan. Jadi, secara bahasa, dzikir lisan bisa diartikan sebagai mengingat Allah dengan lidah.

Dalam istilah agama, dzikir lisan memiliki makna yang lebih luas. Ia tidak hanya sekadar mengucapkan nama Allah, tetapi juga meliputi segala bentuk ucapan yang mengandung pujian, pengagungan, dan permohonan kepada Allah SWT. Ini bisa berupa kalimat thayyibah seperti tasbih (Subhanallah), tahmid (Alhamdulillah), tahlil (La Ilaha Illallah), takbir (Allahu Akbar), istighfar (Astaghfirullah), doa-doa yang diajarkan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, atau bahkan membaca ayat-ayat suci Al-Quran dengan lisan. Dzikir lisan adalah wujud syukur dan pengabdian kita sebagai hamba kepada Allah SWT.

Keutamaan Dzikir Lisan

Keutamaan Dzikir Lisan
Image just for illustration

Kenapa sih dzikir lisan ini begitu penting dan dianjurkan? Ternyata, ada banyak sekali keutamaan dan manfaat yang bisa kita dapatkan dari amalan yang satu ini. Dzikir lisan adalah salah satu cara termudah untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Dengan terus menerus menyebut nama-Nya, hati kita akan menjadi lebih tenang dan jiwa kita akan dipenuhi kedamaian.

Salah satu keutamaan dzikir lisan yang paling utama adalah mendapatkan pahala yang besar dari Allah SWT. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda dalam banyak hadis tentang keutamaan kalimat-kalimat dzikir. Misalnya, kalimat Subhanallah wa bihamdihi, subhanallahil ‘adzim (Maha Suci Allah dan segala puji bagi-Nya, Maha Suci Allah Yang Maha Agung) sangat dicintai oleh Allah dan berat timbangan amalannya di akhirat. Bayangkan, hanya dengan mengucapkan kalimat yang ringan di lisan, kita bisa mendapatkan pahala yang luar biasa!

Selain pahala, dzikir lisan juga dapat menghapus dosa-dosa kita. Seperti yang kita tahu, manusia tidak luput dari kesalahan dan dosa. Dengan memperbanyak dzikir, terutama istighfar, kita memohon ampunan kepada Allah SWT atas segala dosa yang telah kita perbuat. Dzikir lisan ini menjadi salah satu cara untuk membersihkan diri kita dari noda-noda dosa.

Dzikir lisan juga menjadi pelindung diri dari godaan setan dan hal-hal buruk lainnya. Setan selalu berusaha untuk menjauhkan manusia dari Allah SWT. Dengan selalu berdzikir, kita membentengi diri kita dari pengaruh buruk setan dan mendekatkan diri kepada perlindungan Allah SWT. Dzikir lisan adalah senjata ampuh bagi seorang muslim dalam menghadapi kehidupan ini.

Tidak hanya itu, dzikir lisan juga dapat mendatangkan ketenangan hati dan pikiran. Dalam Al-Quran, Allah SWT berfirman, “(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram.” (QS. Ar-Ra’d: 28). Kehidupan modern seringkali penuh dengan tekanan dan masalah. Dzikir lisan menjadi oase yang menyejukkan hati dan pikiran kita di tengah hiruk pikuk dunia.

Contoh-contoh Dzikir Lisan

Contoh-contoh Dzikir Lisan
Image just for illustration

Dzikir lisan itu sangat beragam dan mudah diamalkan. Ada banyak sekali contoh dzikir lisan yang bisa kita lakukan sehari-hari. Yuk, kita simak beberapa contohnya agar kita bisa lebih variatif dalam berdzikir.

Kalimat Thayyibah

Kalimat thayyibah atau kalimat-kalimat yang baik adalah contoh dzikir lisan yang paling umum dan mudah diucapkan. Ini meliputi:

  • Tasbih (Subhanallah): Mengucapkan Subhanallah artinya Maha Suci Allah. Kalimat ini adalah bentuk pengagungan kita kepada Allah SWT atas segala kesempurnaan-Nya dan penyucian-Nya dari segala kekurangan. Mengucapkan tasbih bisa mengingatkan kita betapa agungnya Allah dan betapa kecilnya kita di hadapan-Nya.
  • Tahmid (Alhamdulillah): Mengucapkan Alhamdulillah artinya Segala puji bagi Allah. Kalimat ini adalah ungkapan syukur kita kepada Allah SWT atas segala nikmat dan karunia yang telah diberikan-Nya kepada kita. Setiap nikmat yang kita terima, sekecil apapun, patut kita syukuri dengan mengucapkan tahmid.
  • Tahlil (La Ilaha Illallah): Mengucapkan La Ilaha Illallah artinya Tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Allah. Kalimat ini adalah kalimat tauhid, inti dari ajaran Islam. Mengucapkan tahlil menegaskan keimanan kita kepada keesaan Allah SWT dan menolak segala bentuk penyekutuan kepada-Nya.
  • Takbir (Allahu Akbar): Mengucapkan Allahu Akbar artinya Allah Maha Besar. Kalimat ini adalah ungkapan pengagungan kita kepada Allah SWT atas kebesaran dan keagungan-Nya. Mengucapkan takbir bisa membangkitkan semangat kita dalam beribadah dan menghadapi tantangan hidup.
  • Istighfar (Astaghfirullah): Mengucapkan Astaghfirullah artinya Aku memohon ampunan kepada Allah. Kalimat ini adalah bentuk pengakuan kita atas dosa-dosa yang telah kita perbuat dan permohonan ampunan kepada Allah SWT. Memperbanyak istighfar adalah cara untuk membersihkan diri dari dosa dan mendekatkan diri kepada rahmat Allah.
  • Hawqalah (La Haula Wala Quwwata Illa Billah): Mengucapkan La Haula Wala Quwwata Illa Billah artinya Tidak ada daya dan kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah. Kalimat ini adalah pengakuan kita atas kelemahan diri kita dan bahwa segala kekuatan dan kemampuan yang kita miliki berasal dari Allah SWT. Kalimat ini juga bisa menjadi penolong ketika kita menghadapi kesulitan.

Kalimat-kalimat thayyibah ini bisa kita ucapkan kapan saja dan di mana saja. Saat berjalan, bekerja, menunggu, atau bahkan saat sedang istirahat. Jadikan lisan kita selalu basah dengan dzikir kepada Allah SWT.

Doa

Doa juga merupakan bentuk dzikir lisan yang sangat penting. Doa adalah cara kita berkomunikasi langsung dengan Allah SWT, menyampaikan segala hajat, harapan, dan permohonan kita. Doa bisa diucapkan dalam bahasa apapun, tetapi lebih utama jika kita menggunakan doa-doa yang diajarkan oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Ada banyak sekali contoh doa yang bisa kita amalkan, seperti doa sebelum dan sesudah makan, doa sebelum tidur dan bangun tidur, doa masuk dan keluar rumah, doa ketika memakai pakaian, doa ketika bepergian, dan masih banyak lagi. Berdoalah dengan sungguh-sungguh dan penuh harap kepada Allah SWT. Yakinlah bahwa Allah SWT Maha Mendengar dan Maha Mengabulkan doa hamba-Nya.

Selain doa-doa yang diajarkan, kita juga bisa berdoa dengan bahasa kita sendiri untuk menyampaikan hajat dan kebutuhan kita. Curhatkan segala keluh kesah, harapan, dan impian kita kepada Allah SWT. Allah SWT sangat senang mendengar doa hamba-Nya dan tidak pernah bosan untuk mendengarkan kita.

Bacaan Al-Quran

Membaca Al-Quran dengan lisan juga termasuk dalam dzikir lisan yang paling utama. Setiap huruf yang kita baca dari Al-Quran akan mendapatkan pahala dari Allah SWT. Al-Quran adalah kalamullah, firman Allah SWT yang penuh dengan petunjuk, rahmat, dan keberkahan.

Membaca Al-Quran tidak hanya sekadar membaca huruf-hurufnya, tetapi juga berusaha untuk memahami maknanya dan mengamalkan isinya dalam kehidupan sehari-hari. Usahakan untuk meluangkan waktu setiap hari untuk membaca Al-Quran, meskipun hanya beberapa ayat. Jadikan Al-Quran sebagai teman setia dalam hidup kita.

Membaca Al-Quran dengan tartil (pelan dan benar) akan lebih utama dan lebih besar pahalanya. Selain itu, mendengarkan bacaan Al-Quran juga termasuk dalam dzikir lisan, karena telinga kita mendengarkan kalamullah dan hati kita merenungi maknanya.

Adab Dzikir Lisan

Adab Dzikir Lisan
Image just for illustration

Meskipun dzikir lisan adalah amalan yang mudah, tetapi ada adab-adab yang perlu kita perhatikan agar dzikir kita lebih berkualitas dan diterima oleh Allah SWT. Adab ini bukan hanya sekadar aturan formalitas, tetapi lebih kepada sikap hati dan perilaku yang seharusnya kita miliki saat berdzikir.

Pertama, ikhlas karena Allah SWT. Motivasi utama kita dalam berdzikir lisan adalah semata-mata karena Allah SWT, bukan karena ingin dipuji atau dilihat orang lain. Keikhlasan adalah kunci diterimanya amal ibadah kita di sisi Allah SWT. Periksa kembali niat kita sebelum berdzikir, pastikan hanya karena Allah SWT.

Kedua, memahami makna dzikir yang diucapkan. Dzikir lisan akan lebih bermakna jika kita memahami arti dari kalimat-kalimat yang kita ucapkan. Dengan memahami makna, hati kita akan lebih hadir dan khusyuk dalam berdzikir. Luangkan waktu untuk mempelajari arti dari kalimat-kalimat dzikir yang sering kita ucapkan.

Ketiga, menghadirkan hati saat berdzikir. Dzikir lisan jangan hanya sekadar gerakan bibir tanpa melibatkan hati. Usahakan untuk menghadirkan hati kita saat berdzikir, merenungi makna kalimat-kalimat dzikir, dan merasakan kehadiran Allah SWT. Kekhusyukan hati akan membuat dzikir kita lebih berkualitas.

Keempat, menjaga suara saat berdzikir. Dzikir lisan bisa dilakukan dengan suara lirih maupun suara keras. Namun, jika berdzikir di tempat umum atau berjamaah, sebaiknya menjaga suara agar tidak mengganggu orang lain. Dzikir yang paling utama adalah yang dilakukan dengan khusyuk dan tidak riya.

Kelima, memilih waktu dan tempat yang baik untuk berdzikir. Ada waktu-waktu yang sangat dianjurkan untuk berdzikir, seperti setelah shalat fardhu, di pagi dan sore hari, di sepertiga malam terakhir, dan di waktu-waktu mustajab doa. Tempat yang baik untuk berdzikir adalah tempat yang bersih dan tenang, seperti masjid atau mushala.

Keenam, istiqamah dalam berdzikir. Amalan yang paling dicintai Allah SWT adalah amalan yang dilakukan secara terus menerus meskipun sedikit. Usahakan untuk istiqamah dalam berdzikir lisan setiap hari, meskipun hanya beberapa menit. Konsistensi dalam berdzikir akan membawa dampak yang besar dalam kehidupan kita.

Tips Agar Dzikir Lisan Lebih Bermakna

Tips Agar Dzikir Lisan Lebih Bermakna
Image just for illustration

Agar dzikir lisan kita tidak hanya sekadar rutinitas tanpa makna, ada beberapa tips yang bisa kita lakukan untuk meningkatkan kualitas dan keberkahan dzikir kita. Yuk, simak tips-tips berikut ini:

1. Pahami Makna Dzikir: Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, memahami makna dzikir adalah kunci agar dzikir kita lebih bermakna. Pelajari arti dari kalimat-kalimat dzikir yang sering kita ucapkan. Dengan memahami makna, kita akan lebih khusyuk dan meresapi dzikir kita.

2. Hadirkan Hati: Saat berdzikir, usahakan untuk menghadirkan hati dan pikiran kita. Fokuskan perhatian kita kepada Allah SWT dan makna dzikir yang kita ucapkan. Hindari berdzikir sambil melamun atau memikirkan hal-hal lain. Jika pikiran kita melayang, segera kembalikan fokus kita kepada dzikir.

3. Variasi Dzikir: Jangan terpaku pada satu jenis dzikir saja. Variasikan dzikir lisan kita dengan mengucapkan berbagai macam kalimat thayyibah, doa-doa, dan membaca Al-Quran. Variasi dzikir akan membuat kita tidak bosan dan lebih semangat dalam berdzikir.

4. Jadikan Dzikir Kebiasaan: Usahakan untuk menjadikan dzikir lisan sebagai kebiasaan sehari-hari. Cari waktu-waktu yang tepat untuk berdzikir, misalnya setelah shalat, sebelum tidur, atau saat menunggu. Buat jadwal dzikir harian agar kita lebih teratur dalam berdzikir.

5. Dzikir Berjamaah: Sesekali, lakukan dzikir lisan secara berjamaah bersama keluarga atau teman-teman. Dzikir berjamaah bisa meningkatkan semangat dan kekhusyukan kita dalam berdzikir. Selain itu, dzikir berjamaah juga bisa mempererat tali silaturahmi.

6. Renungkan Makna Dzikir: Setelah berdzikir, luangkan waktu sejenak untuk merenungkan makna dzikir yang baru saja kita ucapkan. Pikirkan tentang keagungan Allah SWT, nikmat-nikmat-Nya, dan dosa-dosa kita. Perenungan ini akan membuat dzikir kita lebih mendalam dan berkesan.

7. Amalkan Isi Dzikir: Dzikir lisan bukan hanya sekadar ucapan di bibir, tetapi juga harus tercermin dalam perilaku dan tindakan kita sehari-hari. Jika kita berdzikir Astaghfirullah, maka kita harus berusaha untuk menjauhi dosa dan kesalahan. Jika kita berdzikir Alhamdulillah, maka kita harus bersyukur atas segala nikmat Allah SWT.

Perbedaan Dzikir Lisan dengan Dzikir Hati

Perbedaan Dzikir Lisan dengan Dzikir Hati
Image just for illustration

Selain dzikir lisan, ada juga yang disebut dzikir hati atau dzikir sirri. Apa perbedaan antara keduanya? Dzikir lisan adalah dzikir yang diucapkan dengan lidah, sedangkan dzikir hati adalah dzikir yang dilakukan di dalam hati, tanpa diucapkan dengan lisan. Dzikir hati ini lebih bersifat batiniah dan pribadi.

Dzikir lisan lebih mudah dilakukan dan lebih nampak secara lahiriah, sedangkan dzikir hati lebih sulit dan lebih tersembunyi. Namun, dzikir hati memiliki kedudukan yang lebih tinggi di sisi Allah SWT karena menunjukkan kesungguhan dan kekhusyukan yang lebih dalam.

Dzikir lisan bisa menjadi pintu gerbang menuju dzikir hati. Dengan membiasakan dzikir lisan, hati kita akan terbiasa mengingat Allah SWT. Lama kelamaan, dzikir akan meresap ke dalam hati dan menjadi dzikir hati. Idealnya, seorang muslim menggabungkan antara dzikir lisan dan dzikir hati. Lisan berdzikir, hati pun merenungi dan menghayati makna dzikir tersebut.

Dzikir hati bisa berupa merenungkan ciptaan Allah SWT, mengingat nikmat-nikmat-Nya, takut akan azab-Nya, berharap akan rahmat-Nya, mencintai-Nya, dan mengagungkan-Nya. Semua bentuk penghayatan batiniah terhadap Allah SWT ini termasuk dalam dzikir hati.

Meskipun dzikir hati lebih utama, dzikir lisan tetap sangat penting dan dianjurkan. Dzikir lisan adalah amalan yang mudah dan bisa dilakukan oleh siapa saja, kapan saja, dan di mana saja. Jangan meremehkan dzikir lisan, karena ia bisa menjadi awal kebaikan dan mendekatkan diri kita kepada Allah SWT.

Mengapa Dzikir Lisan Penting?

Mengapa Dzikir Lisan Penting
Image just for illustration

Mungkin ada yang bertanya, “Kenapa sih dzikir lisan itu penting? Bukankah yang penting itu dzikir hati?”. Memang benar dzikir hati lebih utama, tetapi dzikir lisan tetap memiliki peran yang sangat penting dalam kehidupan seorang muslim.

Pertama, dzikir lisan adalah wujud ketaatan kita kepada Allah SWT dan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Allah SWT dan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan kita untuk berdzikir dengan lisan. Dengan melaksanakan perintah ini, kita menunjukkan ketaatan dan kecintaan kita kepada Allah SWT dan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Kedua, dzikir lisan adalah sarana untuk membersihkan dan mensucikan lisan kita. Lisan adalah anggota tubuh yang paling mudah tergelincir dalam perkataan yang buruk dan dosa. Dengan membiasakan dzikir lisan, kita menjaga lisan kita dari perkataan yang sia-sia, ghibah, fitnah, dan dosa lainnya.

Ketiga, dzikir lisan adalah cara untuk mengingatkan hati yang lalai. Hati manusia seringkali lalai dan lupa dari mengingat Allah SWT karena kesibukan dunia. Dzikir lisan menjadi pengingat bagi hati kita untuk kembali kepada Allah SWT dan menyadari kehadiran-Nya.

Keempat, dzikir lisan adalah amalan yang paling mudah dan ringan dilakukan. Kita bisa berdzikir lisan kapan saja dan di mana saja, tanpa memerlukan persiapan khusus. Dzikir lisan bisa dilakukan sambil berjalan, bekerja, atau bahkan saat sedang istirahat. Kemudahan ini menjadikan dzikir lisan sebagai amalan yang sangat istimewa.

Kelima, dzikir lisan adalah investasi akhirat yang sangat menguntungkan. Setiap kalimat dzikir yang kita ucapkan akan menjadi pahala yang terus mengalir dan akan kita petik hasilnya di akhirat kelak. Dzikir lisan adalah amalan yang tidak pernah rugi, bahkan selalu mendatangkan keuntungan yang besar.

Jadi, jangan pernah meremehkan dzikir lisan. Jadikan lisan kita selalu basah dengan dzikir kepada Allah SWT. Dengan membiasakan dzikir lisan, hidup kita akan lebih berkah, hati kita akan lebih tenang, dan pahala kita akan terus bertambah. Semoga Allah SWT senantiasa membimbing kita untuk selalu berdzikir kepada-Nya.

Yuk, mulai sekarang kita perbanyak dzikir lisan dalam kehidupan sehari-hari. Amalkan kalimat-kalimat thayyibah, doa-doa, dan bacaan Al-Quran. Rasakan sendiri manfaat dan keberkahan dari dzikir lisan.

Bagaimana pengalamanmu dengan dzikir lisan? Kalimat dzikir apa yang paling sering kamu ucapkan? Yuk, berbagi pengalaman dan pendapatmu di kolom komentar di bawah ini!

Posting Komentar